Minggu, 27 Januari 2019

MENENGOK KEHIDUPAN PEMAIN PERSID : RUMAH KONTRAKAN JADI MES

Tak lagi Nyusu APBD, Istri Manager jadi Juru Masak

Tak selamanya membangun tim sepak bola harus mengandalkan subsidi duit negara. terlebih, bermimpi menjadikan Persid sebagai tim profesional. meski harus nombok, persid harus tetap berprestasi.

BULLY EFENDY, Jember Kota

TAK ada yang istimewa. rumah yang ada di Blok E 3 Perum Griya Mangli, nyaris sama dengan kontrakan yang diisi puluhan pemuda. namun, para pemuda di sana bukan sembarangan. mereka anak muda pilihan, pesebak bola terbaik di Jember.

Ya, rumah itu adalah mes Persid Jember. sebuah tempat hunian sementara para pemain skuad Persid Jember 2018. memang, sejak tim kebanggaan warga Jember itu dimanajeri Mirza Rahmulyono, mes Persid tak lagi ada di kawasan Kreongan Jember.

Mirza tentu punya alasan memindah mes Persid lebih dekat denagn rumahnya. salah satunya, supaya dia cepat tahu segala kebutuhan para pemain. banyak hal. termasuk persoalan makanan. "kalau dekat begini, saya lebih sering main-main," ujar personel Band Tape Ketan itu.

Memang, memilih rumah kontrakan membuat dia  kembali harus merogoh kocek. namun, ternyata ada hitung-hitungan yang lebih ekonomis. kenapa/ rupanya, pindahnya mes Persid dari Kreongan ke Griya Mangli bisa mengirit biaya makan pemain.

Sepintas, sempat membuat bingung. namun, setelah dijelaskan manajer yang masih berusia 33 tahun itu, ternyata biaya konsumsi bisa efisien. sebab dia tak harus menyewa jasa boga. "kalau dekat rumah kan bisa istri yang masak," tuturnya.

Sang istri-Vita Widya Pratiwi rela menjadi relawan penyedia makanan para pemain. dia tahu betul, sejak suaminya menjadi manajer Persid, keuangan klub tak lagi tajir. maklum, mirza mencoba mandiri tanpa duit (alias tak lagi nyusu) APBD Pemkab Jember. karena sang musisi ingin membuat persid modern dan profesional.

Konsekuensinya, mirza dan istri harus rela nombok. tak jarang duit pribadi harus dia keluarkan untuk kepentingan persid. bahkan, sejak Vita menjadi juru masak persid, tak pernah sekali pun menerima honor dari persid. dia harus pandai-pandai menyisihkan duit belanja dari suaminya.

Selama bulan puasa, jatah makanan hanya dua kali. saat berbuka dan sahur. namun, sebelumnya ada tiga jadwal makan. pagi, siang, dan malam. semua dimasak dari dapur rumah keluarga Mirza dan Vita.

Menu makanan keseharian pemain sama dengan yang di makan Mirza dan istri. sebab, mereka tak ingin ada pembeda. Vita sudah menganggap pemain binaan suaminya seperti adik dalam keluarganya sendiri.
Maklum saja, perempuan yang sedang hamil 6 bulan itu ternyata mantan atlet voli yang pernah juga membawa nama harum Jember. "saya tahu perjuangan atlet. oleh karena itu, saya ikut terpanggil. tentu karena suami," tuturnya.

Kedekatan keluarga Mirza tak hanya dengan pemain. pelatih asisten pelatih, hingga kru yang lain, sudah saling kenal baik, bahkan tak jarang mereka kumpul bersama di mes. biasanya yang paling sering usai menggelar latihan. "karena kekeluargaan, kami betah ada di mes," kata asisten pelatih yang juga mantan kapten persid, Jaya Hartono.

Mereka kompak menyampaikan ikrarnya, dari kesederhanaan rumah kontrakan yang disulap jadi mes, persid akan menunjukan taringnya menjadi tim yang disegani di liga 3 musim ini. sekali pun tak ada yang harus dikelola persid jember dari APBD Pemkab Jember. sebab, persid punya mimpi besar jadi tim profesional. (mgc/ras)

SUMBER : JP-RJ 11 JUNI 2018

Kamis, 24 Januari 2019

MONUMEN MASTRIP DAN KENANGAN PERJUANGAN YANG TERLUPAKAN

Susahnya Mengajak Masyarakat untuk Kembali Mengingat TRIP

Banyak yang mengira Mastrip adalah nama seseorang. padahal itu adalah sebutan untuk sekelompok anak-anak muda yang bergabung sebagai tentara pelajar. mereka tersebar di berbagai daerah, salah satunya dikaresidenan Besuki. Jember menjadi lokasi di mana pasukan TRIP berhasil menghadang konvoi Belanda.

LINTANG ANIS BENA K, Jelbuk

PADA Juli 1947 di tempat ini telah terjadi peristiwa perjuangan berupa penghadangan oleh Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Batalyon 4000 dikenal dengan pasukan kukuk beluk terhadap konvoi tentara penjajah saat Agresi Militer I.

Tulisan tersebut dipadati pada monumen yang berada di tepi jalan Jember-Bondowoso. tak jauh dari Kantor Kecamatan jelbuk. tepatnya di daerah Panduman. masih baru, karena belum lama ini mengalami proses rehabilitas yang dilakukan oleh paguyuban Mas Trip Jember.

Dengan helm sebagai latar, dan senjata laras panjang yang diletakkan menyilang dengan pena bulu ayam. lambang dari Monumen mastrip tersebut adalah lambang dari baju kehormatan TRIP yang dikenkan saat bergerilya.

Paguyuban ini berisi mantan anggota TRIP, serta keturunannya yang terdiri dari beberapa generasi. Budi Sumarsono, ketua Paguyuban Mas Trip menuturkan, tak banyak yang tahu, asal muasal munculnya istilah Mastrip yang kini menjadi nama jalan daerah Sumbersari. Mastrip muncul dari sebutan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). satuan tentara yang terdiri dari kelompok pelajar berusia remaja.

Kala aksi militer Belanda, anak-anak muda dan pelajar memang diimbau untuk berjuang mengangkat senjata. karena mayoritas anggota TRIP adalah pria, maka penduduk banyak memanggil mereka dengan sebutan Mas, untuk menghargai  keberanian para pemuda tersebut. "Penduduk banyak ynag manggil, Mas Trip. ini ada makanan, ini ada minuman, begitu ceritanya," ujar pria asal Bondowoso tersebut.

Konon, panduman merupakan tempat dimana tentara indonesia menghadang iring-iringan tentara Belanda yang hendak menyerang Besuki dari dua arah, yaitu di peisisir Banyuwangi dan Panarukan. serangan Belanda dimulai pada 21 juli 1947, saat Belanda mendaratkan pasukannya di pesisir Banyuwangi dan di Pantai Pasir Putih Panarukan.

Momen Agresi Militer Belanda I terjadi ketika hari libur sekolah. selama masa liburan tersebut anggota TRIP khususnya di Jawa Timur mengisinya dengan latihan kemiliteran dan people defense dalam bentuk samaran. kesatuan TRIP Jawa Timur ynag terlibat dalam kegiatan tersebut adalah dari Batalyon 4000 karesidenan Besuki, ynag memiliki dua kompi yaitu 4100 (Bondowoso dan Situbondo) dan 4200 (Jember).

Pasukan TRIP sempat terpecah akibat serangan tersebut, namun masih bertahan dengan membentuk komando gerilya dengan nama sandi kukuk Beluk Hitam. Panduman menjadi salah satu lokasi perang gerilya yang berlangsung selama kurang lebih setengah jam.

Setelah agresi militer Belanda dan perjuangannya selesai, banyak anggota TRIP yang dikaryakan sebagai apresiasi atas jasa mereka. ada yang dikaryakan di bidang pemerintahan, menjadi tentara, dan lain-lain. namun yang paling banyak berada di sektor perkebunan. "bapak saya si perkebunan, saya juga di perkebunan," kenangnya.

Nmaun tak sedikit pula yang memilih berkarya di kota besar. banyak yang jadi pejabat tinggi dan pindah, salah satunya Jakarta. "kalau di Jakarta, TRIP sekarang itu besar karena dulu banyak ynag berangkat ke sana," ujarnya.

Di Jelbuk, kata Budi, ada beberapa tempat yang berkaitan dengan Trip. salah satunya adalah sumber air yang dijadikan tempat beristirahat ketika gerilya. "ketika penyerbuan Belanda ke daerah Besuki, sumber air itu menjadi tempat mandi Trip," lanjutnya.

Paguyuban Mas Trip Jember kini beranggotakan 55 orang dari tiga generasi. generasi satu adalah para pelaku TRIP, sedang kan generasi dua dan tiga adalah keturunan dari pelaku sejarah ini. bersama dengan aparat setempat, paguyuban tersebut terus berupaya melestarikan monumen tersebut. "kita bersama koramil dan aparat desa setempat yang memellihara monumen," kata Budi.

Hanya saja pihaknya masih belum bisa memberikan inisiasi untuk mengajak anak-anak muda sekarang dalam mengingat perjuangan pasukan TRIP. sebab menurut Budi, tak banyak anak-anak muda yang mash menghargai jasa para pejuang.

"Dulu, anak-anak muda di imbau untuk berperang saja bersedia, bahkan berjuang sampai mati-matian. sekarang orang mau perang hitung-hitungan dulu. katanya, cari makan aja susah. makanya dengan monumen mau mengingat perjuangan mengusir tentara Belanda," pungkasnya. (lin/cl/hdi)

SUMBER : JP-RJ 10 JUNI 2018

Rabu, 23 Januari 2019

KREASI PELAJAR TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) SMK NURIS

Setahun Sudah Bisa Merakit Komputer dan Laptop

Jangan heran bila pelajar kelas X program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Nuris mampu merakit laptop dan komputer. sebab, sekolah itu dipercaya oleh perusahaan internasional Axioo untuk mencetak generasi ahli merakit laptop, melalui kelas Axioo.

BAGUS SIPRIADI, Sumbersari.

MESKIPUN masih kelas X, pelajar SMK Nuris sudah mampu merakit laptop dengan baik. dalam setahun, mereka bisa menguasai ilmu merakit komputer. sebab, diberi wadah khusus untuk belajar menekuninya yakni kelaas Axioo.

SMK yang berada di bawah yayasan Nurul Islam itu dipercaya oleh perusahaan laptop Axioo. yakni memberikan sparepart kepada siswa untuk dirakit sendiri.

Mereka merakitnya mulai dari awal sampai selesai. "mereka belajar merakit secara berulang sampai mahir," kata ketua program keahlian teknik komputer dan jaringan (TKJ) SMK Nuris, Riant Perdana. setelah mampu merakit laptop, laptop itu menjadi milik pribadi setiap siswa. tak heran, para pelajar itu begitu semangat belajar merakit laptop karena akan menjadi miliknya. "ada standart kurikulum industri yang harus diterapkan, kemudian dikolaborasikan dengan kurikulum 2013," tambah Riant.

Standar industri Axioo, kata dia, harus mengikuti Axioo Class program (ACP) 0 dan ACP 1. seperti pengenalan sparepart dan fungsinya. sedangkan ACP dua lebih pada perakitan. "kelas X wajib mempelajari ACP," jelasnya.

Ada tempat khusus belajar merakit laptop, yakni di kelas Axioo, ruangannya menggunakan Ac, suasananya nyaman, tenang dan sejuk, eduboard. kelas ini memenag dibuat khusus agar siswa bisa belajar dengan tenang dan nyaman.

Suasananya itu membuat para siswa semakin bersemangat belajar. para pelajar yang sekolah di SMK Nuris cukup beruntung. sebab, selain menempati kelas yang nyaman, juga memiliki bisa langsung memiliki laptop Axioo.

Seluruh kelengkapan fasilitas belajar di kelas itu disediakan oleh Axioo, mereka harus memakai baju khusus berwarna putih, sarung tangan karet dan lainnya. Hal itu sesuai dengan standart yang diberikan oleh Axioo.

Para siswa SMK Nuris belajar di ruangan itu selama delapan jam. suasana yang nyaman membuat mereka betah belajar merakit komputer dan laptop. "satu kelas diisi oleh 36 siswa, mereka diseleksi dulu seperti proses melamar kerja," ucapnya. misal, tes tentang psikologi, dan lainnya.

Kelebihan belajar di kelas Axioo, para siswa SMK Nuris memiliki kompetensi sesuai standart industri. kemudian, memiliki sertifikasi internasional dan sertifikasi dari industri. "selain itu, bisa menyerap materi KBM lebih cepat," ujarnya.

Ketika sudah lulus dari kelas Axioo, mereka bisa langsung masuk kerja karena sudah mengantongi sembilan sertifikat yang bbisa digunakan untuk bekerja. misal sertifikat microtik, sertifikat acoding, sertifikat fiber optic dan lainnya.

Selain mudah mencari karier, mereka juga memiliki kemampuan kewirausahaan. bila tak ingin menjadi karyawan, bisa mandiri denagn menjadi entrepreneur. "mereka diajari merakit laptop sampai bisa," tuturnya.

Kemudian itu tak hanya diasakan oleh para siswa, tetapi juga para guru di SMK Nuris. mereka bisa meningkatkan kompetensinya, menjadi perwakilan Axioo sebagai assessor dalam uji kompetensi serta meningkatkan poin akreditasi guru.

Guru juga lebih mudah menerangkan karena siswa sudah siap dengan materi yang ada di dalam laptop. dalam pembelajaran dikelas ini, siswa diminta untuk lebih aktif. "baru kalau tidak bisa memecahkan masalah, ditanyakan pada guru," jelasnya.

Selain itu, guru hanya menyampaikan materi seperlunya pada slide yang sudah disediakan. para siswa mengembangkannya dengan berbagai metode, seperti diskusi. "per semester dipantau oleh Axioo, jika berkembang, peralatan akan terus ditambah, perkembangan teknologi Axioo juga sampaikan," paparnya.

SMK Nuris menggandeng Axioo untuk menciptakan siswa yang memiliki keahlian profesional. kerja sama itu berdasarkan  kebutuhan zaman agar lulusannya bisa bersaing  ketika sudah terjun ke lapangan kerja. "kami tak ingin lulusan kami bekerja di jabatan biasa, tetapi menempati posisi strategis," tambah Drs Haryono, kepala SMK Nuris.

Para lulusan SMK Nuris juga sudah mampu mewarnai dunia kerja. selain ini juga diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Jember, Uguna Darma Jakarta, Teknik Mesin Universitas Malang dan lainnya. Pengasuh Ponpes Nuris Gus Robith Qosidi menambahkan pesantren tidak ingin ketinggalan dalam bidang teknologi. sehingga menggandeng Axioo untuk menciptakan smart class agar para siswanya lebih berkompeten. (kl/gus/cl/hdi)

SUMBER : JP-RJ 9 JUNI 2018

Senin, 21 Januari 2019

BERBELANJA BERSAMA YATIM PIATU ALA GREBEG SEDEKAH

Ada Anak yang Menangis Karena Terharu

Bersedekah atau melakukan buka bersama kepada anak yatim piatu sudah sering dilakukan oleh kelompok sosial lainnya. namun, komunitas sosial Grebeg sedekah ini memiliki cara tersendiri untuk berbagi bersama anak yatim piatu. caranya, mengajak mereka berbelanja langsung baju lebaran di pusat perbelanjaan di Jember.

RANGGA MAHARDIKA, Jember Kota

ANTUSIASME anak-anak dengan berbagai usia, yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar ini tampak riuh mendatangi pusat perbelanjaan roxi mall di kawasan Mangli, kaliwates, Jember. bahkan, kekaguman mereka sudah mulai terlihat saat turun dari mobil yang mengantar mereka ke pusat perbelanjaan ini.

Begitu heboh, senang, dan langsung mengekspresikan kebahagiaan mereka karena mengaggap sedang berekreasi.

Anak-anak kecil yang sebagian besar mengenakan baju busana muslim yang lusuh ini kemudian memasuki area toko baju.

Mereka terlihat sibuk memilih berbagai macam model baju muslim. maklum, mereka berbelanja untuk kebutuhan lebaran. mereka pun bebas memilih baju, celana, dan sepatu sandal sesuka hati.

Menariknya, satu anak yang berbelanja ini didampingi oleh satu relawan dari komunitas Grebek Sedekah Jember. tentu saja, di benak mereka sangat senang karena akan berlebaran dengan baju baru sesuai dengan pilihan mereka. hal ini sangat langka bisa dirasakan oleh mereka yang banyak menghabiskan waktu untuk bertahan hidup atau di panti asuhan.

Maklum saja, mereka ini adalah anak yatim piatu yang berasal dari berbagai daerah pinggiran di Jember. anak-anak ini jarang mendapatkan kesempatan untuk datang ke pusat perbelanjaan di kota. maka dari itu, mereka sangat senang saat diajak untuk berbelanja . "total ada 74 anak yatim iatu yang kami ajak berbelanja," jelas Mevi Widiati, salah satu inisiator Grebeg Sedekah.

Anak yatim piatu yang diajak berbelanja ini memang bukan dari wilayah kota. ada yang dari yayasan Al mubarok, Desa Bagon, Kecamatan Puger, juga dari Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk. selain itu. ada dari Bede'en Dusun Sumber Petung, Desa Jambe Arum, Sumber Jambe.

"Mereka datangnya kami jemput dan pulangnya juga diantar ke rumahnya masing-masing," jelas Agung Ganong, relawan Grebeg Sedekah lainnya.

Bahkan, saat mengantarkan ini juga harus dengan perjuangan tinggi, karena memang ada daerah tersebut yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan. Beruntung, dalam mengantar jemput anak yatim ini, mereka dibantu oleh komunitas Trooper Nusantara Indonesia yang memang sudah biasa menembus medan berat.

Di acara itu, setiap anak yang berbelanja memang di dampingi satu pendamping. relawan pendamping ini, selain dari komunitas juga da bantuan dari generasi baru indonesia (GenBI) dan UKM Kerohanian Islam Studi Islam Berbala FH Unej.

"Pendamping ini agar belanja anak-anak tidak melegihi yang ditetapkan, yakni Rp 250 ribu setiap anak," terang Nurul Hidayah alias Cak Oyong, koordinator lapangan kegiatan kemarin.

Mereka pun diajak berbelanja semua pakaian lengkap mulai dari atas hingga bawah untuk persiapan hari raya. apalagi, pihaknya juga menetapkan kepada relawan pendamping untuk bisa mengajari anak-anak ini memanajemen uang yang dimiliki dan untuk membeli barang prioritas. relawan boleh menambah donasi kepada anak yang didampingi, tetapi dibatasi hanya Rp 25 ribu. "jika ada kelebihan, baru bisa untuk membeli barang lainnya," jelasnya.

Ternyata, meskipun hanya berbagi demikian, hal ini sangat berdampak luas biasa kepada anak yatim piatu pingiran yang memang tidak pernah berbelanja sebebas itu.

"Bahkan, yang dari sumber jambe itu ada beberapa anak yang sampai menangis terharu karena sebelumnya tidak pernah ke Jember dan berbelanja di pusat perbelanjaan seperti ini," ucapnya.

Ke depan, pihaknya berharap bisa terus melakukan program berbelanja sesama dengan yatim yang sudah dilakukan sejak tahun lalu tersebut. serta, diharapkan jumlahnya bisa terus bertambah lagi di tahun depan. pihaknya pun berharap bukan hanya Grebeg Sedekah saja, tetapi pihak lain juga bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini dirasa akan lebih bermakna kepada anak yatim piatu dibandingkan memberikan santunan seperti biasanya. "karena bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga benar-benar memberikan kebahagiaan kepada anak-anak," ucapnya. dalam kegiatan kemarin, usai berbelanja, anak-anak ini diajak untuk berbuka bersama di lantai dua pusat perbelanjaan tersebut. (ram/mgc/hdi)

SUMBER : JP-RJ 8 JUNI 2018

LEWAT STAND UP COMEDY, MUH RIZKI ZULKARNAIN JADI DUTA PANCASILA MILENIAL

Saya ingin Tanamkan Cinta Indonesia Lewat Komedi

Namanya Rizki Zulkarnain, tapi biasa di panggil Rizki Bibir. dia Pernah membawa nama Jember di Stand Up Comedy Akademi Indonesia hingga masuk belasan besar. leawat guyonan cerdasnya, dia jadi duta pancasila milenial dari Bupati Jember dr Faida.

WAWAN DWI SISWANTO, Jember Kota

DI SALAH satu toko di jalan A.Yani, pada malam 1 jinu lali mendadak ramai. mobil berjajar mamadati parkiran, petugas satpol PP dan Dishub pun tampak sibuk mengatur lalu lintas serta menata parkiran. ya malam itu adalah penuh arti sebagai peringatan Hari Lahir Pancasila.

Baik muda dan orang tua tampak hadir, mereka begitu mendengar diskusi dari berbagai tokoh. seperti Bupati Jember dr Faida, hakim di Mahkamah Konstitusi (MK), Dirjen PP Kemenkumham, dan turut hadir pembawa berita dari CNN.

Seriusnya acara diskusi tersebut, tiba-tiba suasana gayeng banyak tertawa dan banyak bertepuk tangan. saat itu, ada hiburan stand up comedy yang dibawakan Rizki. pria yang mengenakan kemeja tersebut sempat menyindir dirinya sendiri karena tidak terkenal. padahal pernah masuk belasan besar stand up comedy akademi Indonesia di indosiar.

Dia mengatakan, Jember ini budayanya Pandhalungan, madura campur jawa. dan sebagai orang Jember seharusnya bangga denagn daerahnya sendiri. "coba banyangin orang Jember pakai bahasa Jakartaan," katanya.

Bercanda yang dibawakan Rizki Bibir membuat Bupati Faida terpingkal-pingkal. Ya, Rizki dijadikan duta pancasila milenial. Rizki mengaku, dalam stand up comedy yang disampaikan tersebut ada maksudnya. yakni bangga jadi orang Jember, bangga jadi orang Indonesia.

Baginya, stand up comedy tidak sekadar berdiri sendirian dan melawak. tapi ada tanggung jawab yang diucapkan tersebut. lawak ynag dibawakan itu pendapat apa yang terjadi. sehingga, ada pesan dan kritikan yang dimaksud.

Dilihat dari sejarahnya stand up comedy ini berasal dari orang kulit hitam. mereka membuat wadah ungkapan keresahan selama ini yang pada waktu itu karena rasis. sehingga, dengan cara komedi adalah cara terbaik untuk mengemukakan kritikan, pendapat, dan membuat orang sadar. sehingga, kata pria asal Patrang ini, stand up comedy ini lawakan cerdas. karena, bisa menyamakan referensi pelawak dengan penonton.
"Ada teorinya, sampai akarnya. ada rumusnya, ada penekanan kata-katanya," tambahnya.

Seni stand up comedy juga bermanfaat sebagai public speaking, penulisan, memahami penggung dan penonton.selain itu juga kan semakin menambah wawasan. ya ynag dialami selama ini, tambah Rizki, setelah bergelut di dunia stand up comedy, akan berusaha menambah wawasan untuk menambah referensi saat di atas panggung stand up.

"saya ini orangnya ini tidak suka membaca buku, tapi karena stand up comedy semangat membaca buku berbagai keilmuan," imbuhnya.

Mampu melawak di stand up comedy, tidak ditempuh dengan gampang. "sejak saya terjun di stand up comedy, bisa melucu itu satu setengah tahun," katanya. dia mengaku cita-citanya masa kecil memang unik. jika teman lainnya, bercita-cita ingin jadi dokter sampai polisi. dia ingin melawak.

Saat ingin jadi pelawak di stand up comedy tahun 2012, nyatanya tidak gampang juga tidak asal banyol. menjadi orang pertama yang membangun komunitas stand up comedy di Jember, dia pernah malu. "waktu itu sebagai stand up comedy pembuka dan saat itu bintang tamunya kemal. dari 350 penonton, saat saya stand up comedy, semua tidak tertawa," katanya.

Bahkan, Rizki sempat merana saat ada orang tak mau nonton stand up comedy karena ynag mengisi adalah dirinya. "Pernah ada orang mau nonton nggak jadi, karena tahu ada saya yang mengisi," imbuhnya.

Dia tetap bangkit dan tak mau menyerah begitu saja, karena ketawa adalah candu. nyatanya, kini namanya makin lama makin dikenal. (hdi)

SUMBER JP-RJ 7 JUNI 2018

Minggu, 20 Januari 2019

DRADJAD PREMADI, PENEMU POLAMATIKA ASAL JEMBER

Belajar Matematika Jadi Mudah dan Menyenangkan

Sampai sekarang pelajaran matematika masih menjadi momok sebagian pelajar. Jangankan mengerjakan soalnya. mendengar namanya saja tak sedikit siswa yang langsung "alergi". merasa prihatin, Drajad mencari pola baru dalam belajar matematika.

BAGUS SUPRIADI, Ambulu

DRAJAD Premadi kini banyak diminta untuk menjadi pemateri pelatihan Polamatika. bahkan, dia kerap ke luar pulau, seperti Kalimantan, Aceh, hingga Papua. dia diminta melatih para guru dan siswa untuk belajar matematika.

"Ini ada undangan untuk mengisi di Maumere," katanya. pria yang akrab disapa Dradjad itu memang ahli di bidang matematika. dia menemukan solusi yang mudah dan menyenangkan dalam belajar matematika. memang, sejauh ini banyak pelajar yang tak menyukai matematika, bahkan masih seperti momok yang menakutkan. tak heran, sering kali nilai ujian matematika jeblok.

Salah satu penyebabnya karena pembelajaran matematika masih belum menyenangkan. saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. suasana kelas seperti tegang dan kurang menyenangkan. para pelajar pun merasa jenuh dan bosan. materi pelajaran sulit ditangkap.

Dradjad merasa prihatin dengan kondisi tersebut. pada 2007 silam, dia mencoba mencari jalan keluar. mencorat-coret kertas dengan angka-angka perkalian. hasilnya, dia menemukan pola baru dalam belajar menghitung, yakni polamatika.

"Pembelajaran menghitung di SD terlalu lama dipahami," ucap alumni SMAN 1 Jember tersebut. Polamatika yang ditemukannya ternyata sangat mudah dan menyenangkan. akhirnya, polamatika itu diajarkan hanya untuk kursus privat siswa SD.

Selanjutnya, polamatika terus berkembang dan diterapkan di tempat kursus di Bogor dan Jakarta. lalu, workshop dan penataran hingga ke berbagai daerah se-Indonesia. "saya tinggal di Bogor untuk menguji penemuan ini, diajarkan di dana selama 2007 hingga 2008," akunya.

Kemudian, polamatika terus mengalami perubahan dan penyempurnaan penyampaian materi pada siswa. awalnya, polamatika mengenalkan metode kolom yang mengubah cara hitung susun. "kemudian di ubah lagi denagn metode L," ujarnya.

Sekarang, metode yang digunakan dengan 3D, yakni dikte, denagn kertas, diulang. selain itu, polamatika juga menggunakan metode belajar sinergi otak kiri dan kanan. metod eini ditemukan oleh Dradjad setelah belajar langsung pada sahabatnya, dari penulis buku psikologi, parenting, dan sistem otak unggul. "metode inilah yang membedakan polamatika dengan metode cepat lainnya," terang lulusan Universitas Brawijaya ini.

Dia menegaskan, metode yang diciptakannya, mampu menghilangkan ketakutan siswa dalam belajarr matematika. bahkan, mereka akan suka dengan matematika selmanaya. hal itu sudah dibuktikan kepada beberapa pelajar. hasilnya, mereka menjadi suka dengan matematika.

Dradjad menjelaskan, belajar matematika memaksimalkan potensi otak manusia memiliki otak yang luas biasa. menurut dia, otak manusia terdiri dari dua bagian. yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. "pikiran bawah sadar memiliki potensi lebih besar dibanding pikiran sadar," ucapnya.

Hanya saja, banyak orang yang masih belum memanfaatkan potensi pikiran bawah sadar ini. pikiran bawah sadar bekerja setiap saat, merekam dan mengingat semua hal yang dilakukan. metode ini memaksimalkan potensi tersebut dalam pembelajaran matematika.

Polamatika, lanjut dia, adalah cara berhitung cepat dan mudah menggunakan pola bilangan. pola ynag digunakan pada pembelajaran awal adalah kolom polamatika. "dengan polamatika, siswa cukkup mengenal satu pola untuk mengerjakan perkalian acak berapa pun," terangnya.

Bahkan, penggunaan pola bilangan itu juga berlaku pada perhitungan pangkat dan akar. penggunaan polamatika sudah tidak lagi menggunakan cara simpan, seperti yang selama ini digunakan pada perkalian cara bersusun. penggunaan cara bersusun sering kali menjadikan siswa keliru dalam menempatkan nilai angka ratusan, puluhan dan satuan.

Perbedaan utama polamatika dengan teknik hitung cepat lainnya adalah jika metode lain menggunakan alat peraga, polamatika tidak mengunakannya hanya menyederhanakan teknik berhitung saja. "Dengan penyederhanaan ini, siswa menjadi mudah menggunakannya pada operasi hitung," paparnya.

Dradjad mengaku, matematika menjadi pelajaran yang paling disukainya ketika masih di bangku sekolah dasar. ditanya tentang pelajaran yang lain, dia merasa tidak tahu, apalagi bahasa inggris. "bisanya cuma matematika," ujarnya lalu tertawa.

Tak heran, bila dia menemukan pola baru dibidang mata pelajaran ini. saat ini, dia sudah menulis 17 buku tentang matematika. dia amat produktif menulis buku matematika karena menyukainya. "sayangnya, saya lebih banyak mengisi pelatihan di luar kota," ujarnya.

Jember, lanjut dia, belum banyak ynag mengetahui tentang penemuan ini. namun, dirinya tetap berupaya mengajar polamatika pada guru dan siswa di Jember. (mgc/ras)

SUMBER : JP-RJ 6 JUNI 2018

Kamis, 17 Januari 2019

WAHYU ELMA NAFAN, INISIATOR MUKENA BERSIH JEMBER

Keliling Cuci Mukena meski Sering Ditolak Masjid

Mukena yang disediakan masjid kadang sudah tidak layak pakai atau kotor. inilah yang menggerakkan Wahyu Elma Nafan untuk membuat gerakan Mukena Bersih Jember. agar mukena di masjid bisa tetap terjaga kebersihan dan kenyamanan.

RANGGA MAHARDIKA, Jember

WAHYU Elma Nafan, 30, ibu muda yang juga seorang notaris ini tidak menyangka jika kegiatan ynag dilakukannya selama setahun terakhir diapresiasi banyak orang. sebab, sebenarnya yang dilakukannya hanyalah hal sepele yang bisa dia lakukan, dan berharap bisa memberikan manfaat untuk orang lain. hanya itu.

Termyata, meskipun dianggap sepele, namun yang dilakukannya membuat banyak pihak terenyuh. ibu dari Sultan dan Aisyah ini mendirikan Gerakan Mukena Bersih Jember. yakni gerakan sekelompok orang yang peduli unutuk mencuci dan membersihkan mukena yang ada di masjid-masjid danmusala di Jember.

Elma, panggilan akrabnya mengatakan, sebenarnya tidak ada niat untuk melakukan gerakan ini. "Semua awalnya karena kerjaan saya kan notaris.

Jadi banyak mobile," jelasnya. sehingga,dia pun harus banyak melakukan iabadah salat luar rumah, yakni di mana pun lokasi yang ada masjid dan musala.

Saat salat inilah, dirinya yang tidak selalu membawa mukena kadang dibuat kaget dengan keadaan mukena di masjid yang didatanginya. "bahkan, pernah mampir ke masjid pinggir jalan raya di Jember. malah tidak ada mukena sama sekali," ucapnya.

Padahal, di masjid itu ada anak-anak sedang TPA (Tempat pendidikan Alquran), tetapi tidak ada mukena. akhirnya, sejak pengalaman setahun lalu itu, dia pun sadar dan ingin membuat gerakan membersihkan mukena.

Selain membersihkan mukena, dirinya juga berharap berbagai kebahagiaan. denagn mukena bersih, maka masyarakat yang menggunakan akan senang. "masak mengkritisi tapi tidak melakukan apa-apa. anggap sebagai tabungan akhirat," jelasnya.

Namun, niat baik tidak selamanya diartikan baik oleh pihak lain. dirinya mengaku, untuk mengawali gerakan ini bukan hal yang mudah. "awalnya ada masjid yang menolak, namun setelah dijelaskan dengan baik akhirnya M. Nafan dan Rini Endah Patmarsih ini. Atau, ada alasan ahwa di masjid sudah ada manajemen kebersihan sendiri.

Oleh karena itu, dalam melakukan gerakan ini dia membagi menjadi dua program. "ada dua macam, yakni mukena bersih amanah dan mukena bersih hibah," tutur Elma, kemarin.

Mukena bersih amanah adalah kegiatan secara aktif mendatangi setiap masjid yang tidak memiliki manajemen atau jasa untuk kebersihan mukena. oleh karena itu, Elma secara sukarela memberikan layanan mencuci mukena di masjid tersebut.

"Kalau yang aktif ini, kami ambil dan cuci setiap tiga hari atau seminggu sekali," tutur perempuan kelahiran Jember, 27 Juni 1987 silam ini.

Perempuan lulusan S2 Kenotarian Universitas Airlangga dan S1 Fakultas Hukum Universitas Jember ini, sengaja mendatangi satu persatu masjid, dan mengambil mukena yang kotor dari masjid tersebut. "Ya kemudian dicuci. dan ketika kering dikembaliakn lagi ke masjid," ucap istri Bagus Darmawan ini.

Sementara yang pasif atau mukena bersih hibah, biasanya sudah ada pihak manajemen masjid yang mengelola kebersihan di sana, termasuk dalam kebersihan mukena. sehingga, ELma hanya memberikan mukena kepada masjid tersebut dan yang mecuci langsung dari pihak masjid. untuk hal ini, dia menyisihkan sedikit dari pendapatannya untuk memebeli mukena. "setiap masjid 2-4 mukena," jelasnya.

Sejauh ini, semua dilakukannya sendiri dalam merawat cukup banyak mukena masjid di Jember. jika kemudian ada orang lain yang rela untuk ikut mencuci, maka amanah itu diserahkan kepada orang tersebut. asalkan mukena bisa tetap bersih.

Menariknya, dirinya memiliki ciri khusus mukena yang dihibahkan. "gerakan dan bantuan lain yang sama mungkin banyak, tapi mukena bersih Jember memiliki ciri khas," tuturnya.

Dengan memberdayakan penjahit setempat, dirinya memberi motif Suwar Suwir pada setiap mukena yang akan dihibahkan. (mgc/hdi)

SUMBER : JP-RJ 3 JUNI 2018

KREATIFITAS WARGA DESA SIDOMEKAR UBAH PASAR KUMUH JADI MURAL

Ini Strategi Untuk Memikat Pembeli Datang ke Sini Awalnya, hanya sebuah pasar Krempyeng yang kumuh di dalam gang. namun, sejak April pem...